Total Tayangan Halaman

Kamis, 11 September 2014

Seputar Pilkades

Hasil Wawancara Kepala Desa, Kamis, 15 Agustus 2013
Desa Kalibagor, Kecamatan Kebumen ,Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

            Sistem politik yang dipakai dalam menentukan pemimpin di desa Kalibagor yaitu sesuai dengan pilihan dari masyarakat di desa tersebut. Maka pemimpin ini disebut dengan Kepala Desa. Kepala desa ini dipilih langsung oleh masyarakat secara langsung melalui Pilkades. Pilkades yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2013 ini berjalan lancer sesuai dengan asas Pemilu Luber dan Jurdil. Dari 3 calon kepala desa yang mencalonkan, terpilihlah satu kepala desa yang baru yang menang terpilih berdasarkan suara rakyat terbanyak. Calon kades tersebut akan menjabat sebagai kepala desa atau kalau disini akrab disebut bapaknya desa selama 6 tahun (periode 2013-2019) dan dapat menjabat kembali satu kali dalam periode berikutnya.
Mekanisme pemilihan kepala desa di desa Kalibagor yaitu, pertama kali para calon kepala desa mencalonkan diri dengan mendaftar kepada Panitia Pilkades yang sebelumnya telah dibentuk oleh BPD. Warga yang akan mencalonkan diri harus memenuhi syarat-syarat sebagai kepala desa. Syarat-syarat tersebut antara lain :
1.      Warga desa Kalibagor yang berdomisili di desa tersebut sekurang-kurangnya 6 bulan.
2.      Usia minimal 23 tahun.
3.      Sehat Jasmani dan Rohani.
4.      Beragama.
5.      Berkelakuan baik.
6.      Pendidikan terakhir minimal SLTP/sederajat.
Setelah selesai mendaftar sebagai calon kepala desa, para calon membentuk Tim Sukses. Tim sukses ini bekerja untuk mencari massa/pendukung calon yang dijagokan. Para Calon menggali dana untuk memancing masyarakat agar memilih calon kepala desa tersebut. Para calon kades ini juga memperbaiki tingkah laku mereka. Sebelum Pilkades dilaksanakan para calon kades meminta do’a restu kepada seluruh warga desa.
            Partisipasi masyarakat Kalibagor dalam pemilihan kepala desa ini bias dibilang tinggi. Target yang ditentukan panitia yaitu 2/3pemilih yang hadir dari 3136 jiwa pemilih. Pemilih yang hadir dalam pemilihan 2300 jiwa pemilih. Kepala Desa Kalibagor baru yang terpilih yaitu Ahmad Yani. Beliau memenangkan Pilkades ini dengan jumlah suara terbanyak yaitu 987 suara. Beliau telah dilantik sebagai kepala desa Kalibagor pada tanggal 23 Juli 2013. Penyerahan Jabatan dari kepala desa yang lama ( MaksumSodiq ) pun telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2013.

FIQIH

Masalah dalam Rumah Tangga beserta Solusinya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits

                Sebuah keluarga yang lengkap ( ayah, Ibu dan satu orang anak ). Pada awalnya keluarga ini sangat harmonis. Namun, saat sang ayah (sebut : Rahmat ) di PHK, sikap sang istri ( Feni) berubah. Feni sering pergi keluar rumah tanpa izin Rahmat, berfoya-foya dengan sisa kekayaannya, dan melalaikan tugasnya untuk merawat anaknya. Padahal anak tersebut masih balita dan butuh perhatian lebih. Alasan yang selalu di lontarkannya sepele, ingin bekerja mencari harta lebih dan menggunakannya sendiri.
                Di tempat kerjanya Feni mengaku tidak punya suami dan memiliki seorang anak. Dia yang begitu cantik mampu memikat hati atasannya. Mengetahui keadaan Feni yang seperti itu atasannya bermaksud meminang Feni. Mengingat kehidupan ekonominya yang sedang krisis itu Feni menerima pinangan atasannya.
                Sesegera mungkin Feni meminta

Rabu, 10 September 2014

Hadits Arba'in An-Nawawi Dengan Syarah Ibnu Daqiqil 'Ied


الحديث الأول
HADITS KE-1



AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسكانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى موله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن  ا هاجر إليه " متفق عليه
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]


Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.

Hadits ini salah satu pokok penting ajaran islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata : “Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.” Begitu pula kata imam Baihaqi dll. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat didalam hati, ucapan dan tindakan. Sedangkan niat merupakan salah satu dari tiga bagian itu. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i, “Hadits ini mencakup tujuh puluh bab fiqih”, sejumlah Ulama’ mengatakan hadits ini mencakup sepertiga ajaran islam.

Para ulama gemar memulai karangan-karangannya dengan mengutip hadits ini. Di antara mereka yang memulai dengan hadits ini pada kitabnya adalah Imam Bukhari. Abdurrahman bin Mahdi berkata : “bagi setiap penulis buku hendaknya memulai tulisannya dengan hadits ini, untuk mengingatkan para pembacanya agar meluruskan niatnya”.

Hadits ini dibanding hadits-hadits yang lain adalah hadits yang sangat terkenal, tetapi dilihat dari sumber sanadnya, hadits ini adalah hadits ahad, karena hanya diriwayatkan oleh Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dari Umar hanya diriwayatkan oleh ‘Alqamah bin Abi Waqash, kemudian hanya diriwayatkan oleh Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dan selanjutnya hanya diriwayatkan oleh Yahya bin Sa’id Al Anshari, kemudian barulah menjadi terkenal pada perawi selanjutnya. Lebih dari 200 orang rawi yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dan kebanyakan mereka adalah para Imam.

Pertama : Kata “Innamaa” bermakna “hanya/pengecualian” , yaitu menetapkan sesuatu yang disebut dan mengingkari selain yang disebut itu. Kata “hanya” tersebut terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian secara mutlak dan terkadang dimaksudkan sebagai pengecualian yang terbatas. Untuk membedakan antara dua pengertian ini dapat diketahui dari susunan kalimatnya.
Misalnya, kalimat pada firman Allah : “Innamaa anta mundzirun” (Engkau (Muhammad) hanyalah seorang penyampai ancaman). (QS. Ar-Ra’d : 7)
Kalimat ini secara sepintas menyatakan bahwa tugas Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam hanyalah menyampaikan ancaman dari Allah, tidak mempunyai tugas-tugas lain. Padahal sebenarnya beliau mempunyai banyak sekali tugas, seperti menyampaikan kabar gembira dan lain sebagainya. Begitu juga kalimat pada firman Allah : “Innamal hayatud dunyaa la’ibun walahwun” à “Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan dan permainan”. (QS. Muhammad : 36)
Kalimat ini (wallahu a’lam) menunjukkan pembatasan berkenaan dengan akibat atau dampaknya, apabila dikaitkan dengan hakikat kehidupan dunia, maka kehidupan dapat menjadi wahana berbuat kebaikan. Dengan demikian apabila disebutkan kata “hanya” dalam suatu kalimat, hendaklah diperhatikan betul pengertian yang dimaksudkan.

Pada Hadits ini, kalimat “Segala amal hanya menurut niatnya” yang dimaksud dengan amal disini adalah semua amal yang dibenarkan syari’at, sehingga setiap amal yang dibenarkan syari’at tanpa niat maka tidak berarti apa-apa menurut agama islam. Tentang sabda Rasulullah, “semua amal itu tergantung niatnya” ada perbedaan pendapat para ulama tentang maksud kalimat tersebut. Sebagian memahami niat sebagai syarat sehingga amal tidak sah tanpa niat, sebagian yang lain memahami niat sebagai penyempurna sehingga amal itu akan sempurna apabila ada niat.

Kedua : Kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya” oleh Khathabi dijelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan pengertian yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu menegaskan sah tidaknya amal bergantung pada niatnya. Juga Syaikh Muhyidin An-Nawawi menerangkan bahwa niat menjadi syarat sahnya amal. Sehingga seseorang yang meng-qadha sholat tanpa niat maka tidak sah Sholatnya, walahu a’lam

Ketiga : Kalimat “Dan Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya” menurut penetapan ahli bahasa Arab, bahwa kalimat syarat dan jawabnya, begitu pula mubtada’ (subyek) dan khabar (predikatnya) haruslah berbeda, sedangkan di kalimat ini sama. Karena itu kalimat syarat bermakna niat atau maksud baik secara bahasa atau syari’at, maksudnya barangsiapa berhijrah dengan niat karena Allah dan Rosul-Nya maka akan mendapat pahala dari hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya.

Hadits ini memang muncul karena adanya seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah untuk mengawini perempuan bernama Ummu Qais. Dia berhijrah tidak untuk mendapatkan pahala hijrah karena itu ia dijuluki Muhajir Ummu Qais. Wallahu a’lam

Jumat, 18 Juli 2014

Do'a Pembukaan



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ اُحْصُصْنَابِلَاِلَهَ اِ لَّاالله * وَاجْعَلْنَابِحِسْنِ لَاِالَهَ اِ لَّاالله * وَامْدُدْنَابِسِّرِّ لَاِالَهَ اِ لَّاالله * اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ الْكَرِيْمُ الْعَلِمُ الْحَكِيْم * وَوَفَقْنَالِمَرْضَتِكَ اِنَّكَ اَنْتَ الرَّئُوْفُ الرَّحِيْمِ.
رَضِيْتُ بِااللهِ رَبَّاوَبِاا لْاِسْلَامِ دِيْنَاوَبِمُحَمَّدٍنَّبِيَّاوَرَسُوْلَا.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ * وَعَلَى اَلِهِ صَلَاةًاَهْلِ ا لاَرْضِى * وَاَجْرِيَارَبِّ رَ تِبَةِالْخَفِىِّ فِى اَمْرِى وَالْمُسْلِمِيْنَ * اَلصَّلَاةُوَالسَّلَامُ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِى يَارَسُوْلَ الله * خُذْبِيَدِى خَلَّتْ حِى لَتِى اَدْرِكْنِى بِعِزَّ تِكَ يَارَسُوْلَ الله * يَافَتّاحُ يَاعَلِيْم۳× اِفْتَحْ لَنَافُتُوْحَ الْعِلْمَ بِفُتُوْحِ الْعَارِفِيْنَ * بِحِكْمَتِكَ وَانْصُرْعَلَيْنَارَحْمَتَكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ * وَالْحَمْدُ لِ اللهِ رَبِّ الْعَاالَمِيْنَ.

Minggu, 06 Juli 2014

Tersenyumlah



Elia Abu Madhi berkata:
Orang berkata, "Langit selalu berduka dan mendung." Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana." Orang berkata, "Masa muda telah berlalu dariku." Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya" Orang berkata, "Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya. Bagaimana mungkin jiwaku sangggup mengembangkan senyum
Manisnya Maka akupun berkata,"Tersenyum dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya. Orang berkata, "Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus." Tapi aku berkata, "Tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu. Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya. Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain,
apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu? Orang berkata, "Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya seakan memerintahkanku membeli pakaian dan
boneka-boneka. Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara, namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya Ku katakan: Tersenyumlah,
cukuplah bagi dirimu karena Anda masih hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabatyang kau cintai.
Orang berkata, " Malam memberiku minuman 'alqamah
tersenyumlah, walaupun kau makan buah 'alqamah Mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang
akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah
Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham
atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?
Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium
juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri
Tertawalah, sebab meteor-meteor langitjuga tertawa
mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang
Orang berkata, "Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia
yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah.
Ku katakan, "Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian
ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum."

Minggu, 01 Juni 2014

Nahdlotul Ulama




MUSLIMAT NAHDLATUL ‘ULAMA
   Nahdlatul 'Ulama (Kebangkitan 'Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam besar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926. Organisasi ini bertujuan menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
   Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai organisasi sosial keagamaan yang bersifat tradisional. Meski begitu, bukan berarti dalam NU tidak ada upaya pembaruan. Perubahan dan pembaruan yang terjadi di lingkungan NU, antara lain digagas oleh KH Wahid Hasyim. Akan tetapi, di samping beliau, ada lagi seorang tokoh pembaruan NU yang juga amat berpengaruh yakni KH Muhammad Dahlan.
    Kalau Kiai Wahid membolehkan hakim wanita, maka dalam NU Kiai Dahlan mempelopori berdirinya organisasi Wanita NU yakni Muslimat. Bahkan dengan kegigihannya, ia meyakinkan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah, yang akhirnya didukung seluruh Nahdliyin.

Sabtu, 31 Mei 2014

Jadikan Buah Lemon Itu Minuman yang Manis!

            Orang cerdik akan berusaha merubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangkan orang bodoh akan membuat suatu musibah menjadi bertumpuk dan berlipat ganda. 
            Ketika Rasulullah s.a.w. diusir dari Makkah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab di telinga dan mata sejarah.
           Ahmad ibn Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi karenanya pula ia kemudian menjadi imam salah satu madzhab. Ibnu Taimiyyah pernah di penjara, tetapi justru di penjara itulah ia banyak melahirkan karya. As-Sarakhsi pernah dikurung di dasar sumur selama bertahun-tahun, tetapi di tempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak dua puluh jilid. Ketika Ibnul-Atsir dipecat dari jabatannya, ia berhasil menyelesaikan karya besarnya yang berjudul Jami'ul Ushul dan an-Nihayah, salah satu buku paling terkenal dalam hadits. Demikian halnya dengan Ibnul-Jawzy, ia pernah diasingkan dari Baghdad, dan karena itu ia menguasai qiraah sab'ah. Malik ibn ar-Raib adalah penderita suatu penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya-karya para penyair besar zaman Abbasiyah. Lalu, ketika semua anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia justru mampu menciptakan nyanyiannyanyian puitis yang mampu membekam mulut zaman, membuat setiap pendengarnya tersihir, memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.

Rabu, 16 April 2014

Peristiwa Gerakan 30 September 1965/PKI

Oleh Siti Faridatul Laelia XI-NS 4 2400020

Latar  Belakang
•     Tahun 1951 D.N. Aidit terpilih menjadi ketua PKI , sejak itu D.N. Aidit mulai menyusun program-program untuk bangkit.
•     Peristiwa Razia Agustus 1951 (penangkapan para kader PKI)
•     PKI mengubah strategi organisasinya yaitu dengan melakukan penyusupan ke organisasi- organisasi yang ada baik politik maupun angkatan bersenjata.
•     PKI merupakan Salah satu partai besar Indonesia yang menang dalam pemilu 1955
•    Tahun 1964 dibentuklah Biro Khusus (dipilihlah Pono, Bono, dan Syam Kamaruzaman sebagai ketuanya )
•     PKI membina kader-kadernya dan memberi latihan kemiliteran pada anggota Pemuda Rakyat (PR) dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) melalui Biro Khusus
•     PKI menyerang pihak yang dianggap lawan melalui rapat-rapat umum, kampanye dan poster propaganda.
•     PKI mencap musuh-musuh politiknya sebagai setan desa, setan kota, kabir (kapitalis birokrat), kontrev (kontra revolusi), agen NEKOLIM (neokolonialisme dan imperalisme), dll
•     Pada 14 Januari 1965 D.N. Aidit menuntut pemerintah mempersenjatai kaum buruh dan tani dengan alasan menghancurkan NEKOLIM
•     PKI mengusulkan dibentuknya Angkatan kelima.
•     Pada 17 Januari 1965 diadakan pertemuan kebulatan tekad di Jakarta.
•     Usulan PKI ditolak secara tegas oleh angkatan Darat.
•     PKI berusaha mengkambinghitamkan Angkatan Darat dengan beberapa aksi sepihak.

Selasa, 11 Maret 2014

Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para

Penerima Cobaan!

Tengoklah kanan kiri, tidakkah Anda menyaksikan betapa banyaknya
orang yang sedang mendapat cobaan, dan betapa banyaknya orang yang sedang tertimpa bencana? Telusurilah, di setiap rumah pasti ada yang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.Sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya. Maka Anda bukan hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan, mungkin saja penderitaan atau cobaan Anda tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan orang lain. Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikka badannya, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri Berapa banyak orang yang dipenjara selama bertahun-tahun tanpa pernah dapat melihat cahaya matahari sekalipun, dan ia hanya mengenal jeruji'jeruji selnya.
Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik
yang masih belia dan lucu-lucunya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan. Betapa banyaknya di dunia ini orang yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan hidup. Kini, sudah tiba waktu Anda untuk memandang diri Anda mulia bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba pula waktu Anda untuk menyadari bahwasanya kehidupan di dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Di pagi hari, istana-istana kehidupan penuh sesak dengan penghuninya, namun menjelang senja istana-istana itu ambruk menjadi